Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Al-Quran Dan Sains

Al-Quran dan sains telah menambahkan dimensi-dimensi baru dalam studi mengenai fenomena fisik dan membantu pikiran manusia untuk melampaui batasan-batasan alam materi. Al-Quran sama sekali tidak memandang bahwa dunia materi adalah sesuatu yang rendah. Bahkan sebaliknya, Kitab suci Al-Quran dengan tegas menyatakan bahwa dalam dunia materi terdapat tanda-tanda yang dapat membimbing manusia kepada Allah, membuka misteri kegaiban dan sifat-sifat keagungan-Nya. Semesta raya yang sedemikian  luas ini adalah ciptaan Allah SWT, dan KItab Al-Quran mengajak manusia untuk menyelidikinya, mengungkap keajaiban dan rahasianya, serta memerintahkan manusia untuk memanfaatkan kekayaan alam yang melimaph ruah itu untuk kesejahteraan hidupnya.

Dengan demikian, Alquran dan sains dapat mengajak manusia untuk menyaksikan eksistensi Tuhan melalui ciptan-Nya, menyingkap tabir kegaiban-Nya melalui perhatian mendalam akan realitas konkret yang terhampar luas dilangit dan di bumi. Inilah apa yang seharuskan dilakukan oleh ilmu pengetahuan yakni melalukan observasi untuk kemudian menarik dan menemukan hukum-hukum alam yang diperoleh dari hasil observasi dan eksperimen. Dengan kata lain, ilmu pengetahuan dapat menggapai sang pencipta melalui obeservasi yang diteliti dan tepat tentang hukumhukum yang mangatur fenomena alam itu. Dan dalam hal ini, Al-Quran menunjukkan adaya Realitas Intelektual Yang Agung-yakni Allah SWT lewat penelitian yang cermat dan mendalam akan semua ciptaan-Nya.

Mengingkari realitas ini akan membawa manusia kepada anarki dan kebingungan, merampas kedamaian dan ketentraman batin, menjadikan hidup sebagai sesuatu yang hampa makna. Penolakan terhadap keberadaan Allah sebagai Sang Khalik akan mendorong para ilmuwan untuk menyalahgunakan sumber-sumber kekayaan alam yang Dia ciptakan sehhingga menghancurkan sendi-sendi dan nilai-nilai kehidupan manusia. Mereka sepenuhnya hanya mengeruk keuntungan materi dan karunia Allah dan menikmati kehidupan mewah yang melimpah ruah tanpa rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah kepadanya. Hubungan antara Al-Quran dan sains seperti banyak yang dijelaskan diatas adalah Tuhan menciptakan alam yang harus dijaga manusia yang hidup dibumi dengan sebaik-baiknya. Jika manusia hanya bisa merusak tanpa menjaga alam, maka mereka sama sekali tidak memiliki kedamaian jiwa, apalagi merasakan kebahagiaan hakiki dalam dirinya. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa kelimpahan dan kekayaan materi saja sama sekali tidak memberikan kepuasan mental dan kebahagaan spiritual kepada manusia.

Pertanyaan-pertanyaan seperti : Siapakah sesungguhnya manusia? Darimana manusia berasal? Kemana manusia akan menuju? Siapakah yang menciptakan dan mengendalikan semesta raya? Bagaimanakah keadaan semesta kelak? Apakah tujuan penciptaan mahluk termasuk tujuan penciptaan manusia oleh Tuhan? Semua pertanyaan ini dan pertanyaan-pertanyaan lain yang serupa dengan itu, tidak akan pernah terjawab dan terus menerus akan menghantui dan mengganggu kedamaian pikiran manusia.