Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Batas Pertumbuhan Tinggi Badan

Batas pertumbuhan tinggi badan dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor pnentu utama adalah sifat bawaan ata genetic yang berasal dari orangtua atau leluhrnya. Anak dari pasangan orangtua yang peendek biasanya akan pendek juga, tetapi mungkin saja mencapai tinggi diatas rata-rata jika salah satu leluhurnya mempunyai badan yang tinggi. Dengan kata lain, sifat genetic itu bisa berasal dari salah satu leluhur dan tidak selalu hanya dari ayah dan ibu saja.

Faktor lain yang mempengaruhi batas pertumbuhan tinggi badan adalah kemampuan social-ekonomi, jumlah anak dalam keluarga, faktor nutrisi, misalnya tidak selalu berkaitan dengan faktor social ekonomi. Orang tua yang terpelajar akan  mampu member makanan bergizi walaupun pendapatan mereka menempatkan pasangan itu dalam kategori social ekonomi lemah. Anak yang tumbuh di lingkungan keluarga yang diwarnai kasih sayang akan tumbuh lebih baik dibandingkan anak yang tumbuh dilingkungan yang keras dan menekan perasaannya. Anak kesekian (misalnya ke-8) dalam usatu keluarga mungkin mendapat perhatian yang sedikit lebih dibanding dengan anak ke-3 dalam suatu keluarga sehingga anak ke-8 mungkin tumbuh lebih lambat dibandingkan anak ke-3.

Tinggi badan ditentukan oleh beberapa hal antara lain status gizi atau keturunan. Selain itu, olahraga seperti renang atau basket yang teratur dapat juga memabntu meningkatkan pertumbuhan. Pada usia 17 tahun, pertumbuhan badanmu masih bisa berlangsung optimal karena batas pertumbuhan tinggi badan ini akan berakhir pada saat anak mencapai usia 18 tahun. Dengan kata lain bagi anak-anak yang masih berada dibawah usia  18 tahun masih ada waktu untuk meninggikan badan degan cara olahraga yang teratur dan makan makanan bergizi.

Di dunia kedokteran, ada cara memprediksi tinggi badan anak. Anak wanita dan anak laki-laki ternyata memiliki umus yang sedikit berbeda.

Rumus untuk anak wanita :

(tinggi badan bapak + tinggi badan ibu – 13)/2 + 8,5 cm = Tinggi badan Anak

Rumus untuk anak laki-laki:

(tinggi badan bapak + tinggi badan ibu + 13)/2 + 8,5 cm = tinggi badan anak

Mempunyai badan tinggi memang enak. Setidaknya banyak hal yang bisa membuka peluang aktivitas yang bisa dilakukan. Dibeberapa cabang olahraga, postur tinggi menjadi kebutuhan penting. Coba lihat atlet-atlet basket rata-rata bertubuh tinggi sehingga bisa menjaringkan bola dengan mudah. Atau atlet bola voley yang dengan postur tingginya bisa melakukan smes yang menukik. Se[erti sudah dijelaskan diatas bahwa pertumbuhan tinggi badan bisa (sangat) dipengaruhi oleh faktor keturunan. Kalau memang keluarga Anda tidak mempunyai sejarah bertubuh tinggi, memang akan sulit untuk menjadi lebih tinggi. Tapi tinggi baan bukan akhir segalanya. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam hidup. Umur yang masih remaja. Jalan masih panjang dan banyak kreasi dan prestasi yang bisa diciptakan.