Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Gejala Klinis Herpes Simpleks

Penyakit herpes adalah salah satu penyakit yang penyebabnya adalah karena virus herpes simpleks. Virus ini mempunyai karakteristik yang bersifat bergerak dari satu saraf kecil menuju ke saraf kecil yang lain, dan penularannya dilakukan dengan cara merayap. Selain itu, pergerakannya pun biasanya akan berakhir disaat virus-virus ini kembali pada kumpulan saraf.

Virus simpleks adalah jenis infeksi akut yang diakibatkan karena virus herpes simpleks tipe 1 atau tipe 2 dan biasanya gejala yang dalami adalah dengan adanya vesikel yang bersifat berkelompok diatas kulit yang eritematosa pada mukokutan. Dan penyakit erpes simpleks dikenal juga sebagai fever blister, cold scone, herpes febrilis, dll.

Penyebab dari herpes kulit simpleks adalah karena virus HSV tipe 1 dan 2 sebagai virus herpes hominis yakni adalah suatu virus DNA. Dan pembagian dari tipe 1 dan 2 menurut karakteristik dari terjadinya pertumbuhan antara media kultur, antigenic marker dan juga lokasi klinis dari tempat predileksi. Untuk HDV 1 maka biasanya sering dikaitkan dengan infeksi oral sedangkan untuk jenis HSV tipe 2 biasanya dikaitkan dengan infeksi genital. Dan semakin sering infeksi pada tipe 1 terjadi didaerah genital dan infeksi HSV 2 didaerah oral, kemungkinan penyebabnya adalah akibat hubungan seksual dengan cara melakukan oral genital.

Gejala Klinis Herpes Simpleks

Gejala Klinis Herpes Simpleks
Gejala Klinis Herpes Simpleks

Gejala klinis herpes simpleks adalah :

  1. Gejala klinis herpes simpleks yang berlangsung pada 3 tahap. Dan ditahap primer herpes simpleks tipe 1 tempat predileksi terjadi biasanya didaerah mulut dan juga hidung, untuk usia anak-anak, sedangkan untuk infeksi primer dari herpes simpleks pada tipe 2 biasanya terjadi didaerah sekitar pinggang ke bawah dan yang paling utama adalah pada daerah genital. Infeksi primer dari gejala klinis herpes simpleks biasanya terjadi dalam waktu yang lebih lama dan juga lebih berat sekitar 3minggu dan biasanya disertai juga dengan gejala sistemik, seperti demam, malaise, serta mengalami anoreksia. Gejala klinis herpes simpleks ini yang kebanyakan ditemukan dalam bentuk vesikel yang bersifat berkelompok pada atas kulit yang sembab dan eritematosa, berisi dengan cairan yang jernih, dan menjadi suatu seropurulen, yang bisa menyebabkan munculnya krusta, dan bisa mengalami ulserasi. Di fase laten, maka gejala klinis biasanya tidak ditemukan pada penderita. Namun herpes simpeleks virus bisa ditemukan pada kondisi yang tidak aktif terdapat dibagian ganglion dorsalis.
  2. Di tahap infeksi rekuren, maka herpes simpleks virus yang semula bersifat tidak aktif pada gangla dorsalis akan berubah menjadi aktif akibat mekanisme dari pacu. Misalnya adalah seperti demam, infeksi, serta hubungan seksual. Kemudian akan mencapai kulit sehingga akan menimbulkan gejala klinis herpes simpleks yang bersifat lebih ringan dan akan berlangsung dalam waktau 7-10 hari. Biasanya disertai juga dengan gejala prodormal lokal dalam bentuk panas, gatal, dan juga nyeri. Infeksi rekuren yang terjadi bisa saja muncul didaerah yang sama dan juga didaerah yang lain pada sekitarnya.
  3. Inokulasi kompleks primer adalah suatu infeksi primer herpes simpleks yang biasanya terjadi di usia muda saat pertama kalinya si penderita terinfeksi oleh virus ini. Sehingga menyebabkan munculnya reaksi lokal dan juga sistemik yang sangat hebat. Dan selain itu, gejala klinis herpes simpleks juga bisa berupa herpes labialis. Dalam waktu selama 24 jam saja, penderita akan mengalami gejala panas hingga mencapai suhu 40 derajat celcius, dan kemudian akan disusul dengan terjadinya pembesaran kelenjar limfe submentalis, pembengkakan pada bibir, dan juga lekosistosis yang terjadi diatas 12.000/mm3 yang sekitar 75-80% nya dalam bentuk elpolimorfonuklear. Dan terakhir adalah bentuk ini biasanya disertai dengan rasa sakit pada tenggorokan. Kejadian tertinggi yang biasanya terjadi diusia 1-5 tahun. dan waktu inkubasinya biasanya terjadi 3-10 hari. Kemudian kelainan atau gejala ini akan sembuh secara spontan selama 2-6 minggu.

Penyebaran dan penularan dari penyakit herpes simpleks dapat terjadi antara virus dengan mukosa dan juga setiap kerusakan yang terjadi dikulit. Dan harus diingat bahwa virus herpes tidak bisa hidup diluar lingkungan yang bersifat kering, dan penyebaran infeksi selain terjadi lewat kontak langsung dan hal ini kemungkinan kecil terjadi. HSV sendiri mempunyai kemampuan untuk bisa menginvasi beragam sel lewat fusi langsung dan juga lewat membran sel. Dan untuk infeksi aktif primer, virus biasanya akan menginvasi sel pejamu dan akan berkembang dengan cepat. Kemudian akan menghancurkan sel pejamu dan akan melepaskan virion lebih banyak supaya untuk menginfeksi sel-sel yang ada disekitarnya. Dan untuk infeksi aktif primer, maka virus menyebar lewat saluran limfe menuju ke kelenjar limfe regional dan akan menimbulkan limfa denopati.

Beberapa hal untuk mencegah terjadinya penyebaran dari virus herpes simpleks adalah :

  1. Jangan melakukan hubungan seksual dengan orang lain jika masih ada vesikel.
  2. Sebaiknya hindari meminjam barang milik orang lain seperti misalnya handuk dan pakaian.
  3. Hindari juga pemicu dan pencetus dari episode rekuren, misalnya adalah seperti kurang tidur, stress, dan juga yang lainnya.

Gejala Klinis Herpes Simpleks

Cara Pemesanan

Propolis Melia Nature

Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Herpes dan Penyakit Lainnya

1 Botol Propolis Melia Nature Harga Rp. 115.000 dengan Isi 6 ml/botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0878-8896-9797, tuliskan: Pesan Propolis Melia Nature, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim LengkapĀ ( Untuk Menentukan Ongkos Kirim )