Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Tinggi badan anak yang ditnyatakan dalam presentase terhadap standar menunjukkan apakah anak mengalami kekerdilan (stunded). Kerdil akibat dari keadaan kurang gizi yang berlangsung lama. Kerdil adalah akibat dari keadaan kurang gizi yang berlangsung lama. Namun demikian dari data tinggi badan saja belum dapat memberikan kejeleasn apakah anak masih dalam keadaan gizi kurang atau tidak. Mungkin sekali anak yang bersangkutan sekarang tumbuh dengan baik, tetapi belum dapat mengejar ukuran standar. Banyak gizi kurang kronis pada anak-anak tidak pernah mampu mencapai ukuran standar tinggi badan menurut umurnya. Untuk Indonesia anak dianggap normal bila tinggi badan menurut umur lebih besar atau sama dengan 90% standar Harvard.

cara-menambah-tinggi-badan

Selanjutnya apabila tinggi badan anak menurut umur antara 70-90 % standar berarti anak mengalami kurang gizi sedang dan apabila kurang  dari 78% termasuk kurang gizi berat. Sering kali dijumpai anak yang mempunyai berat badan rendah bila dilihar dari umurnya karena anak itu kurus (wasted) atau karena anak itu pendek (stunded) atau karena kedua-duanya.  Anak yang ukuran badannya pendek dapat memiliki berat badan yang normal menurut tinggi badan anak. Anak seperti itu mungkin badannya termasuk sehat walaupun pendek. Adalah penying membedakan antara anak kuus dan anak pendek. Anak yang kurus yang mengalami keadaan kurang gizi akut akan mudah terkena sakit (at risk). Anak yang demikian perlu memperoleh perhatian yang serius. Cara yang paling baik untuk mengidentifikasi anak yang kurus adalah mengukur berat  dan tinggi badannya. Kemudian dengan menggunakan tabel ukuran berat dan tinggi badan standar dapat diketahui apakah anak berada dalam selang ukuran normal ataukah diluar ukuran normal.

Halyang perlu dianjurkan adalah mengukur berat badan menurut tinggi badan anak bagi umur 3-6 tahun karena pada kelompok ini lebih sering terjadi berat yang rendah karena pendek (stunting) daripada kurus (wasting). Apabila melakukan survei dimasyarakat maka perlu membedakan antara anak yang kurus (rendah dalam hal ukuran berat badan menurut panjang atau tinggi badan) dengan anak yang pendek (rendah ukuran tinggi menurut umurnya) dan anak yang paling mengalami kedua-duanya. Jenis program intervensi yang diperlakukan akan tergantung pada apakah keadaan gizi kurang yang dihadapi akut atau kronis.

Penggolongan anak ke dalam status gizi didasarkan pada presentase terhadap standar Harvard, normal bila berat badan 80% standar atau lebih, kurang gizi sedang bila antara 60-80% stanar dan kurang gizi berat bila berat badan kurang dari 605 standar.